Tim Dosen PSKPS FK ULM Lakukan Penyuluhan, Cegah Warga Kena Penyakit Tifoid di Keliling Benteng Banjar

MARTAPURA – Hasil pemeriksaan kesehatan kepada warga di Desa Keliling Benteng Martapura Barat oleh Tim Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang tergabung pada Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) 2023, menemukan masih banyak warga di sekitar tersebut terserang penyakit tifoid alias tipes.

Sebagai tindak lanjut dari itu, Minggu (1/10/2023) Tim Dosen dan juga mahasiswa FK ULM yang dikoordinatori, Prof Dr, dr. Triawanti M. Kes, melakukan penyuluhan soal penyakit Tifoid dan bagaimana pencegahan serta mengatasinya.

Semula, penjelasan penyuluhan yang disampaikan dosen mikrobiologi FK ULM, dr. Rahmiyati, M. Kes, Sp. MK., itu menyampaikan jika penyakit itu disebabkan oleh kuman yang menghinggap dan masuk ke dalam perut.

Adapun ciri-ciri atau gejala jika orang terkena tifus, yakni mulai sakit perut, mual, suhu badan panas dan sejensinya.

“Jika ada gejala itu, perlu dicurigai terserang tifus. Namun segera datang ke petugas kesehatan terdekat guna memastikan itu, ” kata dia.

Untuk penanganan, yakni diberikan obat antibiotik sebelum keadaan memburuk. Jika sudah memburuk maka disarankan ke rumah sakit untuk penanganan lebih lengkap.

“Tapi lebih baik pian melakukan pencegahan. Caranya yakni dengan menjaga pola hidup sehat, rajin cuci tangan pakai sabun dan bersihkan kuku, ” Jelas dia.

Koordinator tim, Prof Dr, dr. Triawanti M. Kes, menjelaskan sengaja pihak nya melakukan penyuluhan di beberapa Rt di Desa Keliling Benteng ini karena memang hasil diagnosa banyak keluhannya soal tipes.

Selain itu lokasinya juga di bantaran sungai dan juga perlu diwaspadai terutama masuk musim kemarau yang biasanya angka tipes tinggi.

“Karena belum kasus tipes meninggi, maka kita lakukan intervensi ini ke masyarakar sekitar. Semoga dengan kegiatan ini memberikan dampak positif bagi kesehatan di masyarakat khususnya di masyarakat Desa Keliling Benteng yang menjadi desa binaan, ” jelasnya.

Adapun ketua Rt 8, Suriani bersyukur adanya penyuluhan ini sebab warganya jika kemarau berkaca tahun lalu banyak kena tipes. “Jadi Alhamdulillah, ini penting untuk warga dan syukur ada penyuluhan ini sehingga masyarakat tau dan bisa mencegah terjadinya penyakit tipes ini, ” jelasnya.


Sumber:

BANJARMASIN POST


Program Studi Kedokteran Program Sarjana

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat